PERAN ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL DALAM PEMENUHAN HAK DISABILITAS: STUDI KUALITATIF LINKSOS SEBAGAI AKTOR INKLUSI SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.67409/mynfy740Kata Kunci:
LINKSOS, desa inklusi, Omah Difabel, Posyandu Disabilitas, hak disabilitas, OMSAbstrak
Penelitian ini menganalisis peran strategis Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) sebagai organisasi masyarakat sipil dalam pemenuhan hak disabilitas melalui studi kasus kualitatif di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap 21 informan (penerima manfaat, pengelola LINKSOS, pemangku kepentingan desa) dikombinasikan observasi partisipatif dan analisis dokumen mengungkap model OMS hybrid yang terintegrasi dalam lima dimensi hak disabilitas. Temuan menunjukkan Omah Difabel mentransformasi peran ekonomi difabel dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha mandiri dengan mitra pasar tetap. Posyandu Disabilitas menciptakan akses layanan kesehatan preventif melalui kolaborasi rumah sakit jiwa dan PKK desa. Program pendidikan inklusif menyediakan shuttle bus SLB dan tutor pendamping. Advokasi infrastruktur menghasilkan ramp aksesibilitas dan trotoar ramah difabel. Forum hukum difabel dengan paralegal PKK menjamin kesetaraan hukum melalui mediasi cepat. LINKSOS mengubah paradigma desa dari welfare approach menjadi rights-based approach, menjadikan Desa Bedali sebagai model nasional desa inklusi yang siap direplikasi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dar El-Falah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication. Articles are distributed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0), permitting unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited.

