DAMPAK PENGGUNAAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE (GENAI) TERHADAP KETERAMPILAN CRITICAL THINKING MAHASISWA DI INDONESIA: SUATU TINJAUAN LITERATUR
Kata Kunci:
Generative Artificial Intelligence, critical thinking, mahasiswa Indonesia, pendidikan tinggi, literature reviewAbstrak
Kemunculan Generative Artificial Intelligence (GenAI) seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot telah mengubah lanskap pembelajaran di pendidikan tinggi, termasuk di Indonesia. Pemanfaatan teknologi ini oleh mahasiswa berkembang pesat, namun memunculkan perdebatan akademik mengenai implikasinya terhadap keterampilan berpikir kritis (critical thinking). Tulisan ini bertujuan untuk mensintesis secara kritis temuan-temuan riset internasional mengenai dampak penggunaan GenAI terhadap critical thinking mahasiswa, dengan fokus pada konteks pendidikan tinggi Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah literature review terhadap artikel jurnal bereputasi yang terindeks Scopus dan diterbitkan pada periode 2019–2025. Analisis tematik menunjukkan bahwa GenAI memiliki karakter ambivalen: penggunaan yang bersifat substitutif cenderung melemahkan proses analisis dan refleksi, sementara integrasi yang bersifat reflektif dan pedagogis berpotensi memperkuat keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kajian ini juga mengajukan suatu model teoretis integratif yang menempatkan GenAI sebagai mitra kognitif dalam pembelajaran, dengan menekankan desain pedagogis reflektif, literasi AI, dan budaya akademik yang etis. Temuan kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kebijakan dan praktik pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia, serta mendukung agenda inovasi dan reformasi pendidikan

