SARUNG KE MODEST FASHION: NEGOSIASI KESALEHAN DAN MODERNITAS DALAM BUDAYA SANTRI
DOI:
https://doi.org/10.67409/5944p526Kata Kunci:
Identitas keislaman, santri, Modest Fashion, teori tribakti lirboyoAbstrak
Penelitian ini menganalisis transformasi gaya berpakaian mahasiswa berlatar pondok pesantren serta bagaimana perubahan tersebut dapat dihubungkan dengan sejarah perkembangan studi Islam di Indonesia. Studi dilaksanakan melalui kajian literatur (library research) yang menghubungkan nilai‐nilai tradisional pesantren, perkembangan studi Islam dari era klasik ke kontemporer, serta dinamika fashion Muslim modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan fashion mahasiswa pesantren bukan hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan reartikulasi identitas religius, modernitas, dan habitus keislaman yang terbentuk oleh lembaga pesantren dan perguruan tinggi. Fashion menjadi medium negosiasi antara kesalehan tradisional dan ekspresi keislaman kontemporer yang terbuka terhadap budaya global. Temuan ini memiliki implikasi terhadap pemahaman kurikulum studi Islam dan pembinaan karakter mahasiswa berlatar belakang pondok pesantren
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dar El-Falah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication. Articles are distributed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0), permitting unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited.

