INOVASI PUDING DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN UPAYA PERBAIKAN STATUS GIZI DAN PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA

Penulis

  • Alfareza Ridho Afifulloh Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto Penulis
  • Siti Khusnul Rofiah Rofiah Program Studi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Penulis
  • Deddy Ahmad Fajar Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto, Mojokerto Indonesia Penulis
  • Farah Nur Fauziah Program Studi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Penulis

Kata Kunci:

Inovasi Puding Daun Kelor, Perbaikan Status Gizi, Pencegahan Stunting, Balita

Abstrak

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, terutama pada periode emas 1.000 hari pertama kehidupan, serta diperparah oleh faktor sosial ekonomi, pola asuh, dan keterbatasan akses pangan bergizi. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting nasional mencapai 21,6%, angka yang masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebesar 20%. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, peningkatan risiko penyakit tidak menular, serta penurunan produktivitas ekonomi di masa dewasa. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan inovasi puding daun kelor (Moringa oleifera) sebagai makanan tambahan berbasis pangan lokal dalam upaya perbaikan status gizi dan pencegahan stunting pada balita di Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging. metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain pendampingan partisipatif, melibatkan masyarakat, kader posyandu, dan ibu balita dalam seluruh tahapan kegiatan. teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis secara deskriptif komparatif sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa inovasi puding daun kelor diterima dengan baik oleh balita dan orang tua, meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat, serta berkontribusi pada perbaikan indikator pertumbuhan balita. Pemanfaatan daun kelor sebagai bahan lokal terbukti memiliki potensi besar sebagai strategi intervensi gizi berbasis komunitas yang berkelanjutan dan ekonomis. program ini juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan dan optimalisasi sumber daya lokal

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-15