USAHA PETERNAKAN SAPI DAN KAMBING DI KECAMATAN TRAWAS, KABUPATEN MOJOKERTO: STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF
Kata Kunci:
peternakan rakyat, sapi, kambing, sistem intensif, deskriptif kualitatifAbstrak
Usaha peternakan sapi dan kambing merupakan salah satu bentuk usaha peternakan rakyat yang berperan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pedesaan serta pemenuhan kebutuhan protein hewani (Soekarno, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan usaha peternakan sapi dan kambing yang dijalankan secara mandiri di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus (Creswell, 2014). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pelaku usaha, serta dokumentasi kegiatan peternakan. Usaha peternakan dimulai pada tahun 2018 dengan modal awal dua ekor kambing gibas, satu jantan dan satu betina (Haryanto, 2018). Anak kambing dipelihara hingga usia sekitar 1,5 tahun sebelum dijual, kemudian hasil penjualan digunakan untuk membeli anakan sapi jantan. Pola usaha ini terus berlanjut hingga saat ini, dengan jumlah ternak mencapai sepuluh kambing dan empat sapi. Sistem pemeliharaan yang diterapkan adalah sistem intensif, di mana seluruh ternak berada di dalam kandang dan kebutuhan pakan serta minum disediakan secara berkala (Suryanto & Widodo, 2017). Pakan terdiri dari batang padi, rumput gajah, dan daun ubi jalar, sementara minuman tambahan berupa campuran konsentrat, polar, dan air ampas tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem pemeliharaan intensif dengan pemanfaatan pakan lokal mampu mendukung keberlanjutan usaha peternakan sapi dan kambing (Rahmawati, 2019). Kendala yang ditemui adalah keterbatasan modal dan ketersediaan pakan pada musim tertentu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris praktik usaha peternakan rakyat dan menjadi referensi bagi pengembangan usaha peternakan skala kecil yang berkelanjutan.

